شَرَائِطُ وُجُوْبِ الصَّلَاةِ
(وَشَرَائِطُ وُجُوبِ الصَّلَاةِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ): أَحَدُهَا (الْإِسْلَامُ)؛ فَلَا تَجِبُ الصَّلَاةُ عَلَى الْكَافِرِ الْأَصْلِيِّ، وَلَا يَجِبُ عَلَيْهِ قَضَاؤُهَا إِذَا أَسْلَمَ؛ وَأَمَّا الْمُرْتَدُّ فَتَجِبُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَقَضَاؤُهَا إِنْ عَادَ إِلَى الْإِسْلَامِ.
Syarat-syarat wajibnya shalat ada tiga hal: Pertama adalah Islam; maka salat tidak wajib bagi orang kafir asli, dan tidak wajib mengqadhanya jika dia masuk Islam. Adapun orang yang murtad, maka shalat wajib baginya dan wajib mengqodhonya jika dia kembali ke Islam.”
(وَ) الثَّانِي (الْبُلُوغُ)؛ فَلَا تَجِبُ عَلَى صَبِيٍّ وَصَبِيَّةٍ، لَكِنْ يُؤْمَرَانِ بِهَا بَعْدَ سَبْعِ سِنِينَ إِنْ حَصَلَ التَّمْيِيزُ بِهَا، وَإِلَّا فَبَعْدَ التَّمْيِيزِ، وَيُضْرَبَانِ عَلَى تَرْكِهَا بَعْدَ كَمَالِ عَشْرِ سِنِينَ.
Syarat wajib yang kedua adalah baligh; maka shalat tidak wajib bagi anak laki-laki dan perempuan yang belum baligh. Namun, mereka diperintahkan untuk melakukannya setelah usia tujuh tahun jika sudah mencapai tamyiz (kemampuan bisa makan, minum, dan istinja’ sendiri), jika tidak maka kedua diperintah setelah mencapai tamyiz. keduanya juga boleh dipukul jika meninggalkan shalat setelah mencapai usia sepuluh tahun.
(وَ) الثَّالِثُ (الْعَقْلُ)؛ فَلَا تَجِبُ عَلَى مَجْنُونٍ. وَقَوْلُهُ: (وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيفِ) سَاقِطٌ فِي بَعْضِ نُسَخِ الْمَتْنِ.
Syarat wajib yang ketiga adalah Berakal; maka shalat tidak wajib bagi orang gila. Dan pernyataan: وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيفِ tidak ada dalam beberapa naskah/manuskrip kitab ini yang lain.
Musykilat:
kenapa orang kafir asli yang masuk islam tidak diwajibkan mengqadha shalatnya sedangkan orang murtad wajib
Alasannya untuk memotivasi orang-orang kafir yang baru masuk islam agar senang terhadap agama islam dan semangat beribadah. sedangkan orang murtad tetap diwajibkan mengqadha shalat untuk memberatkannya, karena dia telah berkomitmen untuk melakukan shalat saat masih beragama islam sehingga shalat tidak bisa gugur darinya dengan pembangkangan dia terhadap agama islam seperti halnya Hak sesama manusia
(إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين - المجلد 1 - الصفحة 30 - جامع الكتب الإسلامية)
وإنما لم يجب القضاء عليه إذا أسلم ترغيبا له في الإسلام، ولقوله تعالى: * (قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف) *
(قوله: بل تجب على مرتد) أي فيلزمه قضاء ما فاته فيها بعد إسلامه تغليظا عليه، ولأنه التزمها بالإسلام، فلا تسقط عنه بالجحود كحق الآدمي.
Jika orang kafir tidak diwajibkan shalat apakah ia tetap mendapatkan hukuman di akhirat nanti?
Tetap dihukum ketika di akhirat nanti karena yang dinafikan hanyalah kewajiban tuntutan di dunia saja tetapi ia tetap dihukum di akhirat sebagai hukuman tambahan atas kekafirannya, karena ia bertanggung jawab atas semua cabang-cabang hukum syari’at. Hal ini karena dia mampu melaksanakannya dengan masuk islam dan karena ada nash al-Qur’an yang berbunyi:
(لم نك من المصلين)
kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat (al-Mudatsir: 43).
(إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين - المجلد 1 - الصفحة 30 - جامع الكتب الإسلامية)
(قوله: فلا تجب على كافر) تفريع على المفهوم، والمنفي إنما هو وجوب المطالبة منا بها في الدنيا، فلا ينافي أنها تجب عليه وجوب عقاب عليها في الدار الآخرة عقابا زائدا على عقاب الكفر لأنه مخاطب بفروع الشريعة، وذلك لتمكنه منها بالإسلام، ولنص: * (لم نك من المصلين)
Apa yang dimaksud dengan istilah tamyiz pada keterangan di atas?
Pendapat terbaik tentang batas tamyiz adalah ketika anak laki-laki atau anak perempuan mampu makan sendiri, minum sendiri, dan bersuci sendiri.
Ada yang berpendapat bahwa tamyiz adalah ketika anak dapat membedakan tangan kanan dari tangan kiri, sebagaimana dalam riwayat Abu Dawud bahwa Nabi ﷺ ditanya: 'Kapan seorang anak mulai shalat?' Beliau menjawab: 'Ketika ia dapat membedakan tangan kanan dari tangan kiri.'
Ada juga yang berpendapat bahwa tamyiz adalah ketika anak dapat memahami percakapan dan memberikan jawaban.
Ada yang berpendapat bahwa tamyiz adalah ketika anak dapat mengetahui apa yang membahayakannya dan apa yang bermanfaat baginya.
(حاشية الباجوري، ج ١؛ ص ٢٥٢)
وأحسن ما قيل في حد التمييز أن يصير الصبي ومثله الصبية بحيث يأكل وحده ويشرب وحده ويستنجي وحده، وقيل بأن يعرف يمينه من شماله كما في رواية أبي داود أن النبي ﷺ سئل : متى صلى قال إذا عرف شماله من يمينه، وقيل بأن يفهم الخطاب ويرد الجواب وقيل بأن يعرف ما يضره وما ينفعه
Apa hikmah dari kebolehan orang tua memukul anak ketika ia meninggalkan shalat?
hikmahnya adalah untuk melatih anak agar ibadah menjadi kebiasaannya, sehingga ia tidak akan meninggalnya insyaAllah.
(حاشية الباجوري، ج ١؛ ص ٢٥٢)
وحكمة ذلك التمرين على العبادة ليعتادها فلا يتركها إن شاء الله
bagaimanakah batas kebolehan memukul anak yang meninggalkan shalat?
Menurut pendapat yang mu’tamad memukul anak yang meninggalkan shalat dilakukan sesuai kebutuhan, meskipun lebih dari tiga kali, tetapi dengan syarat tidak menyakitkan. Jika yang tidak menyakitkan tidak memberikan manfaat kecuali yang menyakitkan, maka harus ditinggalkan menurut pendapat yang mu’tamad, berbeda dengan pendapat al-Balqini."
(حاشية الباجوري، ج ١؛ ص ٢٥٢)
والمعتمد أن يكون بقدر الحاجة وإن زاد على الثلاث لكن بشروط أن يكون غير مبرح حتى لو لم يفد إلا المبرح تركه على المعتمد خلافاً للبلقيني.

Posting Komentar untuk "SYAWIR FATHUL QORIB PUTRA EDISI KE-24 (Syarat Wajib Shalat)"