SYAWIR ULYA ROHMATUL UMMAH (WUDHU')


باب الوضوء

النية واجبة في الطهارة من الغسل والوضوء والتيمم عند كافة العلماء، فلا تصح طهارة إلا بنية .

Niat itu wajib pada sesuci yakni pada mandi (wajib maupun sunnah), wudlu', dan tayamum, ulama' empata madzhab sepakat atas kewajibannya.


 وقال أبو حنيفة : لا يفتقر شئ من ذلك إلى النية إلا التيمم فإنه لابد فيه من النية، ومحل النية القلب والكمال أن ينطق بلسانه بما نواه بقلبه. 

Pendapat Imam Abu Hanifah : Tidak mewajibkan niat pada hal tersebut kecuali tayamum, sesungguhnya dalam tayamum niat itu hal yang wajib, dan tempatnya niat adalah di hati, berniat secara sempurna itu melafadzkan dengan lisan bersamaan dengan sesuatu yang diniatkan oleh seseorang dengan hatinya


وقال مالك : يكره النطق باللسان، ولو اقتصر على النية بقلبه أجزأه بالاتفاق بخلاف عكسه

Menurut Imam Malik : Melafadzkan niat dengan lisan hukumnya makruh. 

Menurut Kesepekatan Ulama : Ketika seseorang meringkas niat dengan hati saja, maka sudah mencukupi (sah) wudlu'nya, jika sebaliknya maka tidak sah.


Soal : Alasan Imam Abu Hanifah berpendapat niat tidak wajib ? 

Jawab : 

1. tidak adanya nas shorih di dalam alquran atas wajibnya niat, yang ada hanya mewajibkan mengusap wajah dengan kedua tangan

2. tidak ada nas secara shorih pada hadist bahwa nabi mewajibkan niat pada tayamum, karena tayamum itu dengan debu, dan debu itu bisa menghilangkan hadast, sesunnguhnya debu itu sebagai pengganti air.

3. karena dikiyaskan dengan bersuci yang lain.

4. sesunnguhnya wudlu' itu sebagai wasilah untuk melakukan sholat

(Al Fiqhul Islam Wa Adillatuhu)



Posting Komentar untuk "SYAWIR ULYA ROHMATUL UMMAH (WUDHU')"